Topik
Candlestick dan chart (4 tulisan)
Chart punya tata bahasa: candlestick adalah katanya, volume adalah nada bicaranya, posisi adalah konteksnya, dan pola adalah pola kalimatnya. Keempat tulisan disusun mengikuti urutan itu; setelah selesai, cara pandangmu pada chart berubah dari "mencari gambar" menjadi "membaca cerita".
-
Dasar candlestick: empat harga dalam satu lilin
Jangan buru-buru menghafal pola. Belajar dulu membaca tiap lilin sebagai cerita — siapa menyerang, siapa bertahan, siapa menang saat peluit berbunyi — polanya menempel dengan sendirinya.
-
Volume: yang lebih penting dari "naik plus volume"
Harga bisa berakting, volume sulit. Dua lilin naik yang bentuknya persis sama bisa punya kredibilitas berbeda sepuluh kali lipat, dan bedanya ada di deretan batang di bawah chart.
-
Support dan resistance: tiga sebab garis yang kamu tarik selalu meleset
Masalahnya biasanya bukan tidak menemukan posisinya, melainkan bayanganmu tentang kedua istilah itu keliru sejak akarnya. Perbaiki bayangannya dulu, baru cara menariknya.
-
Pola candlestick: palu, engulfing, doji dan syarat berlakunya
Mengenali bentuknya butuh lima menit; yang sulit adalah tahu kapan ia baru berlaku. Di sini setiap pola dibuka dengan prasyaratnya.
Untuk mencocokkan pola dengan cepat saat memantau pasar, pakai contekan pola candlestick. Setelah kelompok ini selesai, lanjut ke indikator dan data, atau langsung lompat ke praktik dan risiko untuk melengkapi pelajaran bertahannya.